Kode Etik Panitera dan Juru Sita PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 25 November 2012 14:15

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA

KETENTUAN UMUM
Pengertian
PASAL 1

1.  Yang  dimaksud  dengan  kode  etik Panitera  dan  jurusita  ialah    aturan
tertulis  yang harus dipedomani oleh setiap Panitera dan jurusita dalam
melaksanakan tugas peradilan.
2.  Yang  dimaksud  dengan  Panitera  ialah  Panitera,Katera,Wakil
panitera,Panitera  muda  dan  Panitera  pengganti  pada  pengadilan
tingkat  banding  dan  pengadilan  tingkat  pertama  dari  empat  (4)
lingkungan  peradilan  dibawah   Mahkamah Agung RI  yaitu  Peradilan
Umum ,Peradilan Agama,Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan
Militer serta Panitera  yang diperbantukan pada Mahkamah Agung dan
atau lembaga lain
3.  Yang dimaksud dengan jurusita adalah Jurusita dan Jurusita pengganti
yang  diangkat  untuk  melaksanakan  tugas  kejurusitaan  pada
Pengadilan  tingkat  pertama  dibawah    Mahkamah  Agung  RI  yaitu
Peradilan Umum, Peradilan Agama dan Peradilan Tata Usaha Negara. 
4.  Azaz Peradilan yang baik ialah perinsip-perinsip yang harus di junjung
tinggi oleh panitera dan  jurusita dalam melaksanakan  tugasnya untuk
mewujudkan  peradilan  yang  mandiri  sesuai  ketentuan  peraturan
perundang undangan yang berlaku.
5.  Organisasi  IPASPI  adalah  organisasi  Ikatan  Panitera  Sekretaris
Pengadilan Indonesia.

MAKSUD DAN TUJUAN
PASAL 2
Kode  etik  panitera    dan  Jurusita  ini  dibuat  untuk  menjaga  Kehormatan,
keluhuran  martabat  atau  harga  diri  yang  mulia  sebagaimana  layaknya
seorang Panitera dan Jurusita  yang memberikan pelayanan yang prima dan
adil  kepada  masyarakat  pencari  keadilan  tanpa  membeda  bedakannya
berdasarkan  Peraturan  Perundang-undangan  yang  berlaku,  Pancasila  dan
Undang-Undang Dasar 1945 .

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA TERHADAP KETUA MAJELIS
PASAL 3
1.  Panitera  dan  Jurusita  wajib  membantu  majelis  hakim,  baik  dalam
mendampingi sidang, melaksanakan pemanggilan dan pemberitahuan
maupun memberi bantuan sarana dan prasana persidangan.
2.  Panitera  wajib  membuat  berita  acara  persidangan  dengan  teliti  dan
seksama  sesuai  dengan  pelaksanaan  pemeriksaan  dalam
persidangan 

2

3.  Jurusita  wajib  melaksanakan  pemanggilan  dan  pemberitahun  dan
menuanggkannya dalam berita acara atau relaas.
4.  Panitera  wajib membuat  jadwal  sidang    dan membuat  laporan  hasil
persidangan  dan menyerahkan kepada petugas register.


SIKAP PANITERA DAN JURUSITA 
TERHADAP PARA PENCARI KEADILAN
PASAL 4
1.  Panitera  dan  Jurusirta  wajib  melayani  masyarakat  pencari  keadilan
dengan  pelayanan  yang  perima  yaitu  dengan  sopan,  teliti,  dan
sungguh-sungguh  serta  tidak membeda-bedakan  berdasarkan  status
social,  golongan  dan  menjaga  serta  menumbuhkan  kepercayaan
masyarakat pencari keadilan.

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA TERHADAP PARA PIHAK
PASAL 5
1.  Panitera dan Jurusita wajib bersikap  independen/tidak memihak, baik
didalam  kedinasan  maupun  diluar  kedinasan  dan  tetap  memberikan
pelayanan yang prima serta menjaga dan menumbuhkan kepercayaan
masyarakat pencari keadilan.
2.  Panitera  dan  Jurusita  bersikap  adil  yaitu  tidak  membeda-bedakan
pencari  keadilan  dan  dilarang memberikan  kesan  bahwa  salah  satu
pihak  yang  berperkara  atau  kuasanya  termasuk  penuntut  dan  saksi
berada dalam posisi istimewa.
3.  Panitera  tidak  boleh  berkomunikasi  dengan  pihak  yang  berperkara
diluar persidangan, kecuali dilakukan dalam  lingkungan gedung/ruang
kerja  pengadilan  demi  kelancaran  persidangan/konsultasi  yang
dilakukan secara terbuka dengan tidak melanggar perinsip persamaan
perlakuan tanpa keberpihakan.

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA  DALAM PERSIDANGAN
PASAL 6
1.  Panitera  wajib  berpakaian  rapi  dan  duduk  dengan  sopan    dalam
mengikuti sidang pemeriksaan perkara.
2.  Panitera  wajib  mematikan  hand  phone  agar  tidak  mengganggu
jalannya persidangan
3.  Panitera  dilarang  tidur  saat  mengikuti  persidangan  yang  dapat
menggangu  jalannya  pemeriksaan    dan  tidak  sempurnanya  dalam
mencatat berita acara persidangan.
4.  Panitera  harus  adil  dan  tidak  membeda-bedakan  para  pihak  dalam
memanggil ke dalam ruang persidangan. 

3

5.  Panitera dan Jurusita dilarang menjadi  wali pengampu dari jabatannya
dengan  suatu  perkara  yang  ditangainya    dan  tidak  boleh  ikut
menangani suatu perkara yang ada hubungan kekelurgaan
6.  Panitera  dan  Jurusita  dilarang  menjadi  penasehat  hukum  baik
langsung atau tidak langsung. 


SIKAP PANITERA DAN JURUSITA DI LUAR PERSIDANGAN 
PASAL 7

1.  Panitera  tidak  boleh  berkomunikasi  dengan  pihak  yang  berperkara
diluar  persidangan,  kecuali  dilakukan  demi  kelancaran  persidangan
yang  dilakukan  secara  terbuka  dengan  tidak  melanggar  perinsip
persamaan perlakuan tanpa keberpihakan.
2.  Panitera  harus  segera  menyelesaikan  pembuatan  akta  dan  salinan
putusan setelah putusan sertebut berkekuatan hukum tetap (BHT) 
3.  Panitera tidak boleh membeda-bedakan (diskriminasi) dalam melayani
para pihak untuk menyerahkan hasil produk pengadilan.
4.  Panitera dan Jurusita dilarang memberikan atau menjanjikan sesuatu
kepada para pihak dan dilarang meminta serta menerima imbalan dari
para  pihak  atau  kuasanya  yang  berkaitan  dengan  perkara  di
Pengadilan.
7.  Panitera  dan  Jurusita  wajib  melayani  masyarakat  pencari  keadilan
dengan  pelayanan  yang  perima  yaitu  dengan  sopan,  teliti,  tidak
membeda-bedakan  berdasarkan  status  social,  golongan  independen
tidak memihak, baik didalam kedinasan maupun diluar kedinasan dan
tetap  memberikan  pelayanan  yang  prima  serta  menjaga  dan
menumbuhkan kepercayaan masyarakat pencari keadilan.
8.  Panitera bersikap adil yaitu  tidak membeda-bedakan pencari keadilan
dan  dilarang  memberikan  kesan  bahwa  salah  satu  pihak  yang
berperkara atau kuasanya termasuk penuntut dan saksi berada dalam
posisi istimewa.
9.  Panitera  dan  Jurusita  dilarang mengadakan  pertemuan  dengan  para
pihak/kuasanya    yang  berakiabat  menjadi  tidak  independen    dalam
proses perkara yang sedang berjalan.
10.  Panitera dan Jurusita dilarang menjadi penghubung dan memberikan
akses  antara  pihak  berperkara  atau  kuasanya  dengan  pimpinan
Pengadilan dan majelis hakim. 
11.  Panitera dan Jurusita dilarang menjadi makelar kasus atau perantara
perkara di Pengadilan
12.  Panitera  dilarang membawa  pulang  berkas  perkara  kecuali  atas  izin
Ketua Pengadilan Agama.



4

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA SEBAGAI WARGA NEGARA
IPASAL 8

1.  Panitera  dan  Jurusita  selaku  Pegawai  Republik  Indonesia  turut
berperan  dalam  mewujudkan  penegakan  Hukum,  Keadilan  dan
Kebenaran  sebagaimana  dituangkan  dalam  Undang-Undang  Dasar
1945.
2.  Panitera  dan  Jurusita  sebagai  pelaksana  jalannya Peradilan maupun
pelaksana Administrasi Peradilan dalam melaksanakan  tugas bekerja
dengan  jujur,  disiplin,  semangat,  bertanggung  jawab  dan  penuh
pengabdian tanpa pamrih untuk Negara.
3.  Panitera dan Jurusita menjunjung  tinggi harkat dan martabat Panitera
dalam memberikan Dharma Baktinya kepada Bangsa dan Negara. 


SIKAP PANITERA DAN JURUSITA DALAM KEDINASAN
PASAL 9 
1.  Panitera  dan  Jurusita wajib mengutamakan  kepentingan Negara  dan
Masyarakat daripada kepentingan pribadi atau golongan. 
2.  Panitera dan Jurusita wajib   mengutamakan persatuan dan kesatuan
bangsa  serta memegang  teguh  rahasia Negara dan Rahasia  jabatan
sesuai dengan sumpah jabatannya. 
3.  Panitera    dan  Jurusita  sebagai  unsur  pimpinan  Kepaniteraan
Pengadilan,  didalam  menjalankan  tugas  dinasnya  harus  memiliki
kepribadian  terpuji,  bijaksana,  berilmu,  sabar,  tegas,  disiplin,  penuh
pengabdian dan rela berkorban demi pelaksanaan tugas. 
4.  Untuk  mencapai  tujuan  dari  misi  kerja  Kepaniteraan  yang  berhasil
guna dan berdaya guna, Panitera dan Jurusita harus menyadari akan
kewajibannya bekerja keras, tekun, rajin, , bersahaja, dengan didasari
ketaqwaann terhadap Tuhan Yang Maha Esa 
5.  Panitera dan Jurusita sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat wajib
memberikan  pelayanan  yang  baik  terhadap  masyarakat  pencari
keadilan  untuk  terwujudnya  Peradilan  yang  cepat,  tepat  dan  biaya
yang terjangkau. 
6.  Demi  terpeliharanya  kemantapan  dan  kelancaran  pelaksanaan  tugas
serta  untuk  menegakkan  citra  yang  baik  dalam  tugas  pelayanan,
Panitera dan Jurusita senantiasa harus mentaati dan meningkatkan 4
(empat) tertib yaitu: 
1.  Tertib Administrasi 
2.  Tertib Perkantoran 
3.  Tertib Jam Kerja 
4.  Tertib Rumah Tangga


5

SIKAP TERHADAP SESAMA 
PASAL 10 
1.  Memelihara  dan  memupuk  hubungan  kerjasama  yang  baik  antara
sesama pejabat kepaniteraan dan pajabat peradilan lainnya
2.  Memiliki  rasa  setia  kawan,  tenggang  rasa  dan  saling  menghargai
antara sesama pejabat peradilan
3.  Memelihara,  membina  kesatuan  dan  persatuan  sesama  aparat
peradilan,  memupuk  solidaritas,  berjiwa  kesatria  dan  bertanggung
jawab.

SIKAP TERHADAP BAWAHAN
PASAL 11 
1.  Panitera harus memiliki sifat kepemimpinan, memberikan keteladanan
dan lugas dengan dilandasi oleh sikap kekeluargaan. 
2.  Memperhatikan  kesejahteraan  umum  bagi  seluruh  karyawan
pengadilan

SIKAP TERHADAP ATASAN
PASAL 12 
1.  Panitera  dan  Jurusita  wajib  membantu  Pimpinan  Pengadilan  dalam
melaksanakan tugas kedinasan
2.  Menjalankan  tugas-tugas  yang  telah  diamanatkan  kepada  Panitera
dan Jurusita dengan jujur dan ikhlas serta bertanggung jawab.
3.  Berusaha  memberikan  masukan  dan  saran  kepada  atasan/pinpinan
yang bersifat membangun untuk kepentingan tugas kedinasan

SIKAP DILUAR KEDINASAN
PASAL 13
1.  Berkelakuan baik dan tidak tercela 
2.  Menjaga kesehatan jasmani dan rohani
3.  Tidak  menyalahgunakan  wewenang  untuk  kepentingan  pribadi
maupun golongan 
4.  Menjauhkan  diri  dari  perbuatan-perbuatan  tidak  terpuji  dan  tercela
yang merendahkan martabatnya sebagai pejabat kepaniteraan
5.  Menghindari pergaulan bebas  yang  tidak bermanfaat,  yang berakibat
merusak citra Korps Peradilan. 

SIKAP DALAM RUMAH TANGGA
PASAL 14 
1.  Menjaga kerukunan, keharmonisan dan keutuhan Rumah Tangga  

6

2.  Memiliki rasa tanggung jawab terhadap keluarga

SIKAP DALAM MASYARAKAT
PASAL 15
1.  Selaku  anggota masyarakat  Panitera  dan  Jurusita  wajib menjunjung
tinggi rasa kesetia kawanan sosial dalam pergaulan bermasyarakat. 
2.  Harus menjaga nama baik dan martabat Panitera dan Jurusita sebagai
aparat peradilan 
3.  Panitera  dan  Jurusita  dapat memberikan  penyuluhan  hukum  kepada
sesama  anggota  masyarakat  bila  diperlukan/ditanyakan  oleh
masyarakat.


DEWAN KEHORMATAN PANITERA DAN JURUSITA 
PASAL 16
1.Susunan  dewan  kehormatan  Panitera  terdiri  dari  5  (lima  )  orang
sebagai berikut :
1. Tiga orang Pengurus IPASPI Pusat 
2. Satu orang perwakilan dari Kepaniteraan Mahkamah Agung RI.
3. Satu orang dariperwakilan Direktorat Jenderal yang bersangkutan.

TUGAS DAN WEWENANG
PASAL 17
1.  Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita mempunyai tugas :
1.  Memberi  pembinaaan pada Panitera dan Jurusita  untuk selalu
menjunjung tinggi kode etik.
2.  Meneliti dan memeriksa laporan /pengaduan dari masyarakat atas
tingkah laku para Panitera dan Jurusita 
3.  Memberi nasehat dan peringatan anggota dalam hal anggota yang
bersangkutan melanggar kode etik.
2.  Dewan Keharmatan Panitera  dan Jurusita berwenang :
1.  Memanggil Panitera dan Jurusita untuk didengar keterangannya
sehubungan adanya pengaduan dan laporan.
2.  Memberikan rekomendasi atas hasil  pemeriksaan  terhadap
Panitera dan Jurusita yang melanggar Kode Etik dan 

7

merekomendasikan untuk merehabilitasi Panitera dan Jurusita
yang tidak bersalah.
SANKSI :
PASAL 18
Dewan Kehormatan Panitera  dan Jurusita dapat merekomendasikan sanksi
bagi  Panitera  dan  Jurusita    yang  melanggar  Kode  Etik  sesuai  dengan
Peraturan  Pemerintah  Nomor  53  tahun  2010  setelah  didengar
pembelaannya dihadapan Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita

PEMERIKSAAN
PASAL 19
1.  Pemeriksaan terhadap Panitera dan Jurusita yang dituduh melanggar
kode etik dilakukan secara tertutup.
2.  Pemeriksaan harus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada
Panitera dan Jurusita yang diperiksa untuk melakukan pembelaan diri.
3.  Pembelaan dapat dilakukan sendiri atau didampingi oleh seorang atau
lebih dari anggota yang ditunjuk organisasi IPASPI Pusat.
4.  Hasil pemeriksaan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan yang
ditandatangani oleh semua anggota dewan kehormatan Panitera dan
Jurusita dan yang diperiksa.

KEPUTUSAN
PASAL 20
Keputusan diuambil sesuai dengan tata cara pengambilan keputusan
dalam persidangan

P E N U T U P
PASAL 21
Kode Etik ini mulai berlaku sejak disahkan oleh Pengurus Ikatan
Panitera Sekretaris Pengadilan Indonesia Pusat